Keranjang

Rencana PUBG Mobile Lepas dari Tencent Demi Beroperasi di India

Pada pekan lalu, Pemerintah India dengan tegas memblokir sejumlah aplikasi yang berasal dari China. Tidak terkecuali dengan game battle royale yang tengah populer belakangan ini, PUBG Mobile.

Seperti diketahui, pemblokiran tersebut adalah dampak dari sengketa wilayah yang ada pada perbatasan Himalaya. Bahkan dalam sengketa tersebut, dikabarkan terdapat 20 tentara India tewas.

Selain itu, pemblokiran tersebut juga berdampak pada sejumlah remaja di India. Bahkan terdapat beberapa remaja yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dikarenakan frustasi game yang tengah digandrunginya diblokir.

Sebelumnya, pada Agustus lalu juga terdapat remaja berusia 16 tahun yang mengakhiri hidupnya. Hal tersebut dikarenakan sang ayah yang menyita dan melarang putranya bermain PUBG Mobile. Kemudian remaja tersebut memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Meski sempat mendapat pertolongan pertama, namun nyawanya sudah tidak bisa terselamatkan.

Dengan adanya pemblokiran tersebut, membuat pihak PUBG Corporation angkat bicara. Mereka akan mengambil jalan tengah supaya para pemain di India bisa kembali bermain PUBG Mobile. Salah satu cara yang akan dilakukan adalah dengan mengambil kembali hal waralaba PUBG Mobile dari Tencent. Dan kemudian menjadi penerbit di wilayah India.

Tencent sendiri merupakan perusahaan asal China. Kemudian membeli sebagian besar saham Bluehole (indik PUBG) dan PUBG Corporation. Setelah itu, Tencent mendistribusikan PUBG Mobile di Google Play Stroe dan App Store. Termasuk dengan wilyah di India.

“Kami PUBG Corporation sepenuhnya paham dan menghormati tindakan yang telah diambil oleh pemerintah. Sebab, keamanan dan privasi data pemain merupakan prioritas utama bagi perusahaan,” tulis pihak PUBG Coorporation pada laman PUBG.com.

Seperti diketahui, PUBG Mobile merupakan game dengan genre battle royal dan versi seluler dari Player Unknown’s Battleground. Kemudian setelah itu, PUBG Corporation akan mengambil alih dari Tencent. Sehingga, semua tanggung jawab penerbitan di negara India menjadi milik PUBG Corporation.

Sebab di India sendiri memiliki jumlah pemain yang sangat banyak. Bahkan tercatat pemain aktif lebih dari 50 juta. Hal tersebut berdasar rangkuman dari Business Insider.

Sebelumnya, Pemerintah India juga sempat melakukan pemblokiran terhadap 118 aplikasi yang berasal dari China. Mulai dari PUBG Mobile, TikTok, Alipay, hingga Tantan.

Sedangkan dengan Menteri Elektronik dan Teknologi Informatikan (TI) India juga sempat angkat bicara. Mereka mengatakan apabila Pusat Koordinasi Siber India dan Kementrian Dalam Negeri telah mengirim rekomendasi supaya melakukan pemblokiran terhadap aplikasi yang dinilai berbahaya.

Bahkan ini menjadi kali ketiga China melakukan pemblokiran terhadap aplikasi buatan dari China. Hal ini dikarenakan dampak dari konflik politik yang memanas. Selama ini, tercatat hingga 224 aplikasi buatan China yang telah diblokir.

Pemblokiran pertama dilakukan pada Juni lalu. Ketika itu, terdapat 59 aplikasi asal China yang diblokir. Seperti Mobile Legend, WeChat, dan TikTok. Kemudian pemblokiran kedua pada bulan Juli lalu. Pemerintah India dikabarkan memblokir sekitar 47 aplikasi.

Selain itu, pemblokiran dari Pemerintah India tersebut bukan tanpa sebab. Bahkan dasar pemblokiran aplikasi asal China tersebut sudah termaktub dalam Section 69 undang-undang Teknologi Informasi India.

Sebenarnya, para pemain India sendiri mash ih bisa memainkan game PUBG Mobile tersebut. Syaratnya, game tersebut sudah terinstall dalam smartphone. Namun, para pemain tidak bisa melakukan update terbaru. Hal ini dikarenakan PUBG Mobile sudah tidak ada atau sudah dihapus, baik di Google Play Store atau App Store di India.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *