Keranjang

PUBG Corp. Angkat Bicara Soal Pemblokiran di India

Mungkinkah game PUBG akan dibuka lagi di negara India? Pasalnya, pihak PUBG Corporation di Korsel baru-baru ini menyatakan bahwa Tencent tidak lagi menjadi penerbit di India. Nah, disini perlu Anda pahami dulu, bahwa Tencent ini adalah perusahaan di bidang teknologi asal Tiongkok. Yang mana semua aplikasi yang berasal dari Tiongkok ini akan diblokir di India semenjak ada konflik kedua negara terjadi.

Sedangkan pengembang dari game PUBG Mobile maupun PC ini adalah dari negara Korea Selatan yang di kembangkan oleh Bluehole Studio, Seoul. Sedangkan Tencent adalah pemegang saham dari Bluehole yang kemudian menjadi penerbit PUBG versi mobile di sejumlah negara, termasuk  juga dengan Indonesia. Oleh karena itulah, kenapa pihak PUBG Corp. berani angkat bicara mengenai pemblokiran yang sudah terjadi hingga saat ini.

Rencana Baru Perusahaan PUBG Mobile untuk Player di India

Jadi kalau difikir pun akan masuk akal. Kalau memang alasan pemerintahan India melarang PUBG karena didasari penerbitnya adalah dari negara tirai bambu itu, maka tak ada larangan lagi bilamana game tersebut diterbitkan dari Korea Selatan. Dengan pemikiran seperti itu, maka langkah awal yang diambil oleh perusahaan PUBG belakangan ini ialah mengambil alih hak distribusinya. Rencananya, mereka pun bakal menjadi penerbit di negara India. Akan tetapi, walaupun pernyataan tersebut telah dikeluarkan namun waktu pelaksanaannya masih belum menentu. Tetapi mereka terus memantau perkembangan atas tindakan pemblokiran ini sampai saat ini.

Bilamana Anda merupakan player PUBG dan dalam masa-masa ini sempat bermain dengan pemain India, berarti mereka sudah memiliki akun serta aplikasinya sebelum pemblokiran diberlakukan. Perlu Anda ketahui juga bahwa yang tidak akan memiliki aplikasi PUBG mobile adalah mereka yang belum daftar dan install aplikasi pada saat ini.

Pelarangan game battle royale terpopuler ini meningkatkan tekanan pada pemerintahan India pada perusahaan-perusahan teknologi dari Tiongkok. Sebenarnya bukan hanya PUBG saja, melainkan aplikasi populer seperti Tik Tok dan 118 jenis lainnya. Pastinya langkah pemblokiran ini membuat perusahaan-perusahaan teknologi asal Tiongkok pendapatannya menurun drastis. Terlebih lagi pengguna Tik Tok terbesar di dunia adalah berasal dari masyarakat India.

Larangan yang diperintahkan ini terjadi setelah salah satu pejabat tinggi di India memerintahkan pengerahan pasukan di perbatasan negara. Langkah yang diambil ini memang tidak salah. Sebab Kementrian bidang Teknologi di India menyatakan bahwa aplikasi-aplikasi dari negara yang ditentangnya itu bakal menimbulkan ancaman yang tidak main-main. Bisa jadi aplikasinya itu dijadikan modus untuk mengumpulkan data masyarakat India dan membagikannya secara terselubung.

Kepatuhan masyarakat India juga mencerminkan perjuangan mereka untuk tetap mempertahankan negara tercintanya. Namun ada juga masyarakat yang tidak seperti itu. Melansir dari timesofindia.com, terdapat remaja yang nekat melakukan bunuh diri dikarenakan tidak lagi bisa bermain PUBG. Di dalam berita itu menjelaskan bahwa remaja tersebut telah kecanduan game battle royal yang satu ini.

Tentunya berita ini sangat mengejutkan, dan apakah karena hal tersebutlah pihak PUBG Corporation berusaha beroperasi lagi di negara itu? Dan begitu pula sebaliknya, apakah pihak dari pemerintahan India dalam pelarangan ini juga agar masyarakatnya tidak lagi kecanduan permainan online?

Sedangkan untuk alasan yang sangat kuat pastinya adalah untuk mengaktifkan kembali para pemain di India. Sebab di negara tersebut memiliki jutaan pemain serta tim profesional yang memiliki skill tinggi. Dan dengan mengaktifkannya kembali, tentunya keuntungan besar pun bisa diraih kembali oleh perusahaan PUBG pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *