Keranjang

Pensiunan di India Kehabisan 46,8 Juta Karena Game PUBG

Tidak disangka, bahwa game yang populer melahirkan banyak atlit e-sports ini juga dapat merugikan seseorang. Benar saja, di India yang termasuk negara dengan kepemilikan player terbesar dalam game PUBG ini terdapat berita panas. Berita tersebut hadir dari seorang kakek pensuinan yang memiliki cucu laki-laki. Cucunya tersebut menguras uang kakeknya untuk membiayai akun PUBG-nya. Entah apa maksut dari cucunya tersebut, namun seperti itulah kenyataan yang dialami seorang anak dari berita times of India.

Total uang yang telah dikeluarkan oleh cucu dari tabungan kakeknya itu sebesar 46,8 juta jika di Rupiahkan. Kemungkinan akan berjumlah lebih tinggi lagi kalau sang kakek tidak mengetahuinya. Permasalahan ini baru diketahui oleh kakek tersebut setelah mendapatkan pesan di handphone-nya dari bank dimana ia menyimpan uang. Pesan tersebut memberitahukan jumlah saldo yang tersisa dari tabungannya itu, yang mana sisanya adalah Rs2.500, atau setara dengan 508.000. Begitu mengejutkan bukan?

Kualat! Kelakuan Cucu Kepada Kakek Demi Akun PUBG

Begitu sang kakek mengetahui pemberitahuan saldo dari bank di ponselnya, ia pun tidak segera langsung ke bank, melainkan bertanya terlebih dahulu kepada cucunya. Dia pun setelah ditanya kakeknya itu langsung mengarang cerita yang tidak benar ketika di introgasi. Dari penjelasan si cucu, kakeknya pun curiga terhadap kesalahan bank dan langsung melaporkannya ke pihak polisi. Beliau mengatakan bahwa tidak pernah melakukan transaksi, dan tak pula menerima kode OTP. Sebab disetiap transaksi pasti ada sebuah kode OTP yang dikirmkan melalui SMS untuk verifikasi transfer pribadi.

Polisi pun segera menyelidikinya, dan alhasil transaksi pun terungkap. Yang mana dari penyelidikan itu mengungkapkan bahwa transaksinya sudah bermula sejak dua bulan lalu ke akun Paytm atas nama Pangkaj Kumar melalui discharge card. Petugas polisi setempat pun segera melacak keberadaan seseorang yang bernama Pangkaj tersebut. Dan setelah tertangkap, Pangkaj menjelaskan bahwa yang melakukan transaksi tersebut adalah temannya sendiri yang memakai akun PUBG-nya.

Dan yang mengejutkan, temannya Pankaj yang meminjam akunnya itu adalah cucu dari si pelapor yang merupakan pensiunan tersebut. Langsung saja, cucunya yang berusia 15 tahun tersebut tidak bisa mengelak lagi. Dia mengakui atas perbuatannya tersebut dengan meminjam akunnya Pangkaj untuk melakukan pembelian Unknown Cash (UC) PUBG melalui Google Play.

Selama dua bulan itu kakeknya memang tidak mengetahui atas transaksi yang dilakukan, sebab si cucu menghapus bisa pesan SMS yang berisi OTP di ponsel kakeknya. Atas perbuatannya tersebut, remaja 15 tahun itu tidak dipenjara, melainkan hanya diberi nasehat dari pak polisi. Kemudian dia tidak hanya menyesali terungkapnya perbuatan tercela itu, namun juga penyesalan atas tidak bisa dibukanya akun. Akun PUBG dengan tumpukan UC dari uang haram tersebut tidak bisa dibuka lagi karena telah teretas oleh orang lain. Jadi, sangat sia – sia sekali dia melakukan hal tersebut, bisa dikatakan juga bahwa peristiwa diretasnya akun itu adalah dampak dari perbuatan durhakanya.

Nah, dari berita ini bisa Anda ambil pelajarannya. Kalau Anda sebagai pemain, jangan sampai menghalalkan segala cara untuk meningkatkan akun. Sebab game PUBG ini sejatinya bisa dimainkan secara gratis. Jadi, pergunakanlah game ini untuk hiburan dan melatih kinerja motorik otak. Dan bilamana Anda sebagai orang tua, maka selalu pantau anak-anak Anda mengenai penggunaan smartphone-nya. Jangan sampai peristiwa dari berita ini dialami oleh player PUBG yang ada di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *