Keranjang

Pacaran Online Melalui Game PUBG, Bocah Ini Kena Tipu Milayaran Rupiah

Pacaran jarak jauh sekarang ini tidak hanya dengan media sosial, tapi juga dapat dilakukan pada game online. Seperti dengan game PUBG yang menjadi rajanya permainan battle royale di smartphone ini. Dalam permainan tersebut, kita bisa saling berteman dengan player lain. Dan disitu pun kita dapat bermain bersama, saling mengirimkan pesan ketika offline dan berbicara melalui voice chat. Sehingga untuk bisa pacaran dalam game online bukanlah suatu hal yang sulit.

Sepeti halnya dengan bocah laki-laki dari negara tetangga, yaitu Malaysia. Bocah tersebut kena tipu oleh seorang perempuan yang bernama Anis Nadia Azman Lee dalam percakapan online mereka. Jumlah uang yang berhasil dikuras oleh penipu wanita kepada bocah laki-laki itu adalah sebesar 1 milyar jika di Rupiahkan.

Kesetiaan Perteman PUBG Kuras Uang Ayahnya Hingga 1M

Kejadian yang mengejutkan ini bermula dari media sosial Facebook. Bocah yang merupakan player PUBG tersebut tertarik pada postingan yang menunjukkan penjualan smartphone murah. Ia pun langsung menghubungi lewat pesan Facebook pada akun yang memposting penjualan itu. Dimana akun tersebut adalah perempuan yang bernama Anis seorang penipu tadi.

Setelah beberapa waktu, mereka pun saling menukarkan nomor Whatsapp. Sejak saat itu, hubungannya pun semakin rapat tanpa adanya pertemuan. Si perempuan itu pun ternyata juga merupakan seorang pemain dalam game PUBG. Mereka pun main bareng setiap hari sehingga menjadikan hubungannya semakin dekat lagi.

Lama kelamaan, perempuan tersebut meminta pertolongan kepada bocah yang tidak mau disebutkan namanya itu. Dia minta tolong dikirimi uang untuk dipinjam. Kemudian bocah tersebut pun meresponnya dengan baik dan mengirimkan uang milik ayahnya melalui transfer rekening bank. Ayahnya pun mengetahui setelah memeriksa rekening akun bank dan melihat sisa saldonya. Beliau yang berumur 53 tahun itu pun terkejut dan langsung bertanya kepada anaknya.

Si anak pun mengatakan dengan jujur, bahwa uangnya dikirmkan kepada temannya untuk dipinjam. Sang ayah pun meminta kepada anaknyan agar uangnya segera dikembalikan segera. Namun setelah kejadian tersebut, perempuan yang disebut dengan Anis itu tidak lagi merespon pesannya di Whatsapp. Kemudian ayahnya yang merupakan seorang pengusaha itu tidak tinggal diam. Beliau pun langsung melaporkannya ke Department Invertigasi Kejahatan Komersial di Negeri Pahang.

Setelah diperiksa, transaksi yang dilakukan sudah sebanyak 21 kali dengan total sebesar 1 milyar sebelum kasus ini terungkap. Lalu sang ayah pun menaikkan kasus tersebut dengan menghubungi kantor polisi Cameron Highland Pahang. Hingga sampai saat ini pun kasus masih dalam penyelidikan. Nah, dari peristiwa yang seperti ini, Anda sebagai orang tua harus pandai memantau aktifitas anaknya.

Bilamana anak Anda masih berumur di bawah 17 tahun, alangkah baikknya untuk menanyakan semua user ID dan password akun agar mudah memantau aktifitasnya. Sebab masyarakat sekarang ini dari umur muda sampai tua, mereka menghabiskan banyak waktu di jaringan online. Dan bagi anak-anak yang belum punya banyak pengalaman, pastinya mudah terpengaruh oleh hal-hal di luar sana yang belum mengerti sepenuhnya dengan kenyataan.

Terlebih lagi pada anak yang sudah kecanduan game online, maka akan rentan pada penggunaan uangnya. Sebab game populer seperti PUBG ini juga menerapkan pembayaran di dalamnya. Para orang tua juga harus mengatur kapan anaknya akan bermain dan beristirahat. Game online memang membuat kecerdasan pemainnya meningkat, namun kalau sudah kecanduan maka akan rawan mendatangkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *